![]() |
Ustaz Prof. Dr. Mohd Yasir Yusuf, M.A |
Allah Swt berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
Allah Swt menegaskan, tujuan puasa adalah membentuk ketakwaan, karena itu sebelum memasuki bulan Ramadhan, kita harus memiliki pemahaman yang baik tentang fikih puasa agar ibadah yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan syariat.
Beberapa hal yang perlu dipelajari meliputi, rukun dan syarat sah puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, amalan sunnah yang dianjurkan selama Ramadhan, serta ketentuan zakat fitrah dan zakat maal.
Selain ilmu, menjaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam persiapan Ramadhan. Tubuh yang sehat akan membantu kita menjalankan ibadah dengan lebih baik. Persiapan kesehatan yang diperlukan antara lain menjaga pola makan agar tubuh terbiasa dengan perubahan ritme makan saat berpuasa dan mengurangi konsumsi kafein dan gula berlebihan guna menghindari kelelahan saat puasa. Perlu juga memeriksakan kondisi kesehatan, terutama bagi yang memiliki penyakit tertentu seperti diabetes atau maag.
Ramadhan sering kali identik dengan meningkatnya pengeluaran. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat membebani keuangan keluarga, karena itu, perencanaan keuangan yang matang sangat diperlukan agar pengeluaran tetap terkontrol dan tidak berlebihan.
Jenis-Jenis Pengeluaran yang Umum di Bulan Ramadhan:
Pertama, biaya daging meugang. Di Aceh, tradisi Meugang menjadi bagian penting dalam menyambut Ramadhan. Masyarakat biasanya membeli daging dalam jumlah besar untuk dimasak sebagai hidangan keluarga. Harga daging menjelang Ramadhan sering kali melonjak, sehingga perlu dipersiapkan sejak jauh hari agar tidak mengganggu keuangan keluarga.
Kedua, biaya kebutuhan harian yang meningkat. Saat Ramadhan, pola konsumsi sering kali berubah. Meski hanya makan dua kali sehari, kebutuhan bahan makanan justru meningkat karena ada tradisi berbuka dengan makanan spesial.
Untuk itu, sebaiknya: membuat daftar belanja sesuai kebutuhan, menghindari pembelian berlebihan yang berpotensi mubazir, dan memanfaatkan bahan makanan lokal yang lebih ekonomis.
Ketiga, zakat maal. Bagi yang memiliki harta mencapai nisab dan sudah haul, pembayaran zakat maal sering kali jatuh di bulan Ramadhan karena pahalanya lebih besar. Hal ini perlu diperhitungkan agar tidak mengganggu kebutuhan lain.
Keempat, biaya kenduri 15 Ramadhan dan tammat darus. Di beberapa daerah, ada tradisi kenduri 15 Ramadhan dan kenduri Tammat Darus atau khataman Al-Qur’an yang dilaksanakan di meunasah atau surau. Tradisi ini baik, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak menjadi beban.
Kelima, infak dan sedekah. Ramadhan bulan yang penuh berkah, pahala dilipatgandakan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah. Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan." (HR. Tirmidzi)
Infak dan sedekah bisa diberikan dalam bentuk: makanan berbuka bagi yang berpuasa, bantuan untuk fakir miskin dan anak yatim, serta donasi pembangunan masjid dan pesantren.
Keenam, pengeluaran hari raya. Persiapan Idul Fitri juga memerlukan anggaran, seperti: membeli pakaian baru (sesuai kebutuhan, bukan berlebihan), menyiapkan makanan khas lebaran, dan angpao atau salam tempel untuk anak-anak.
Ketujuh, zakat fitrah. Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum Idul Fitri. Ini harus menjadi prioritas dalam perencanaan keuangan agar tidak tertunda.
Kedelapan, biaya pulang kampung (mudik). Bagi yang merantau, pulang kampung untuk bersilaturahmi dengan keluarga merupakan tradisi yang baik, namun jangan sampai pulang kampung dengan cara berhutang hanya demi menjaga gengsi.
Hindari Gaya Hidup Boros
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah berhutang demi memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri. Contohnya: menyewa mobil mewah untuk pulang kampung hanya untuk menunjukkan kesuksesan di rantau, atau belanja secara berlebihan hingga melebihi kemampuan finansial.
Hal ini justru dapat menimbulkan beban setelah Ramadhan. Sebaiknya, kita menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan agar setelah Ramadhan tidak mengalami kesulitan keuangan.
Mari kita berdoa agar Allah memberikan umur panjang dan kesehatan sehingga kita bisa menjalani Ramadhan dengan baik. Rasulullah mengajarkan doa berikut menjelang Ramadhan: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan." (HR. Ahmad)
Mari kita persiapkan diri sebaik mungkin agar Ramadhan tahun ini menjadi lebih bermakna.
Kesimpulan; pelajari ilmu tentang fifih puasa dan perbaiki kesehatan; rencanakan keuangan agar tidak boros dan tetap dalam batas kemampuan; hindari berhutang hanya demi memenuhi gengsi; perbanyak infak dan sedekah sebagai investasi akhirat; serta berdoa agar diberi kesempatan bertemu Ramadhan dengan kondisi terbaik.
Semoga kita semua diberikan kemudahan dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah.
(Dirangkum oleh Sayed M. Husen dan Darmawan Abidin dari Ceramah Shubuh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu, 19 Februari 2025)